Material Wiring Harness – Part 1

Hallo warrior, pada artikel kemarin kita telah membahas tentang apa sih wiring harness itu, kalo masih ada yang belum baca bisa buka artikel nya dengan klik disini. Nah kalau sudah tahu apa itu wiring harness sekarang saya akan membahas material apa saja sih yang digunakan pada wiring harness. Karena banyak banget material pada wiring harness maka kita akan bagi pembahasan ini menjadi 2 bagian, nah ini adalah bagian pertama dimana material ini adalah yang biasa digunakan pada proses preparation (PP). Oke warrior ayo kita cekidot..!!

Wire

Material pertama dan yang utama pada wiring harness adalah wire atau jika kita buka google translate berarti “kawat”, nah dalam hal ini wire dapat disebut juga sebagai “Kabel”, karena kabel terdiri dari bagian konduktor (bisa disebut kawat) yang dilindungi oleh isolasi. Namanya juga wiring harness maka yang paling utama dan harus ada adalah kabel atau wire ini. Fungsi dari wire ini ya tiada lain sebagai penghantar arus listrik, seperti telah dijelaskan bahwa wire terdiri dari bagian kawat / konduktor yang disebut “Core” atau “Inti” dan bagian “Insulation” atau isolasi sebagai pelindung dan pengaman dari sentuhan ke bagian yang bertegangan yaitu core. Core pada wire ini biasanya berupa kawat serabut yaitu banyak kawat pada satu kabel (bukan kawat tunggal).

Contoh Wire
Contoh Wire
Gulungan Wire
Gulungan Wire

Jenis wire atau kabel sebenarnya ada banyak tergantung penggunaan, misalnya dalam instalasi listrik ada jenis wire NYY, NYM, NYA, dan lain lain, atau untuk penghantar listrik pada distribusi listrik atau transmisi listrik ada jenis ACSR, AAAC, dan jenis lain, tentu saja nama jenis wire tersebut yang merupakan kode dalam setiap huruf nya punya arti masing-masing. Nah disini saya tidak akan menjabarkan secara detail kode-kode wire diatas, namun saya akan membahas jenis wire yang biasa digunakan pada pembuatan wiring harness, khususnya wiring harness kendaraan atau sepeda motor. Jenis wire yang biasa digunakan dalam pembuatan wiring harness kendaraan biasanya berkode AV yang berarti Automobiles Vehicle, jenis wire yang biasa dipakai ada jenis AV , AVS/AVSf , AVSS/AVSSf , AVSSX , AVX , AEX , MVVS , APBS , FANS , FLW , dll,

Contoh penafsiran dari kode misalnya ada jenis wire AV, AVS, AVSS, AVSX, ataupun ditambah “f”.

  • A – V : Seperti yang telah dijelaskan jenis wire ini digunakan untuk kendaraan bermotor.
  • S / SS : Huruf “S” disini menunjukan ketebalan dari insulation wire tersebut, makin banyak huruf “S” nya maka insulasi nya semakin tipis.
  • X : Huruf “X” dikode wire menandakan bahwa wire tersebut lebih tahan pengaruh panas (heat resistance) dibanding wire tanpa tanda “X”.
  • f : Tambahan huruf f menandakan bahwa wire tersebut lebih fleksible daripada wire tanpa huruf “f”. Wire dengan huruf “f” pada size wire yang sama akan mempunyai core lebih banyak daripada wire tanpa huruf “f” untuk fungsi fleksibilitas.

Diatas adalah contoh dari penamaan jenis wire dan masih banyak lagi kode lain yang tidak saya bahas disini. Wire jenis AV ini biasanya digunakan untuk arus dan tegangan yang rendah dan terbuat dari material isolasi PVC (Polyvinylchloride), dan konduktor dari bahan Annelead Stranded Copper.

Size wire yang digunakan juga banyak tergantung kebutuhan besarnya penyaluran arus listrik yang akan digunakan pada wiring harness tersebut, contohnya untuk battery cable akan membutuhkan size wire lebih besar dan wire lainnya karena sebagai sumber output listrik pada suatu kendaraan. Biasanya ukuran yang dipakai pada wiring harness terdiri dari size 0,3 , 0,5 , 0,85 , 1,25 , 2 , 3 , 5 , 8 , 15 ,20 , 30 , 40 , 60 , 80 , 100 Untuk Battery Cable biasanya digunakan size 30 s/d 100.

Karena wiring harness membutuhkan wire yang banyak pada prosesnya maka agar fungsi dari penyaluran listrik tidak salah dan tidak terjadi short circuit maka membutuhkan wire dengan warna yang berbeda-beda untuk membedakannya. Warna pada wire juga diberi kode untuk memudahkan dalam membaca dan kodenya menggunakan standar internasional misalnya warna hitam/black diberi kode “B”, atau warna merah/red diberi kode “R”, warna biru/blue diberi kode “L”, kuning/yellow diberi kode “Y”, hijau/green diberi kode “G”, Abu-abu/grey diberi kode “Gy”.

Warna pada wire juga ada warna tunggal yang full satu warna, adapula warna gabungan dimana ada warna utama dengan ada list atau garis panjang dengan warna lain dan akan diberi kode dengan dua huruf dengan huruf pertama adalah warna utama dan huruf kedua adalah warna list atau garis.

List Garis Wire

Misalnya pada gambar di atas, gambar nomor 1.) adalah wire dengan warna utama putih dan list biru, maka kode warna wire tersebut adalah W-L. Sedangkan nomor 2.) adalah wire dengan warna utama merah dan list putih maka diberi kode R-W.

Warna Wire

Terminal

Ketika mendengar kata ini pasti kawan-kawan langsung terpikir tempat pemberhentian bus atau angkutan umum? Bukan kawan, Terminal disini merupakan penghubung antar circuit (circuit disini adalah wire yang telah di gabung oleh terminal). Terminal di pasang pada wire melalui proses crimping maupun jointing. Terminal mempunyai kode sendiri dengan angka dan biasanya memiliki lawannya (penghubung antar circuitnya). Terminal ini nantinya untuk dihubungkan dengan terminal lawan bisa langsung ataupun melalui connector / coupler yang akan dibahas juga material ini. Karena terminal ada lawannya biasanya terminal ada yang disebut Terminal Male terminal yang memasukan, dan terminal Female terminal yang dimasukan.

Male dan Female Terminal
Male dan Female Terminal
Terminal yang sudah proses crimping dengan wire

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa terminal-terminal memiliki kode-kode yang berupa angka pada setiap jenis terminal, hal ini karena banyaknya jenis terminal yang dipakai pada proses pembuatan wiring harness. Kode terminal yang dipakai juga sesuai jenis connector yang akan dipasang dan sesuai juga dengan fungsi yang akan digunakan pada wire tersebut. Misalnya untuk terminal Male pada gambar atas berkode 7114-2873, dan Female berkode 7116-2873. Kode ini biasanya dibuat oleh pabrikan terminal dan biasanya ada beberapa pabrikan yang sama kode nya namun ada yang mempunyai kode terminal yang berbeda walauapun jenis terminalnya sama.

Terminal Male dan Female diatas terlihat mirip kodenya namun ada juga yang sebenarnya Male dan Female tidak mirip contohnya terminal Male 211011-0 lawannya Female adalah 8240-4050. Hal ini bisa berbeda tiap pabrikan walaupun male dan femalenya sepasang. Selain jenis male female ada juga jenis terminal LA (contoh : 110800-2) yang seperti donat, biasanya terminal ini tidak dimasukan ke connector tapi langsung dipasang di lingkaran terminalnya. Adapula terminal jenis LE. Adapula terminal joint yang berfungsi menggabungkan wire secara langsung, biasanya berkode 553800 atau 562200 (open barrel) dan terminal P.5, P,8 (close barrel).

Beberapa contoh kode terminal
Beberapa contoh kode terminal

Untuk men-crimping terminal memakai mesin crimping menggunakan aplikator, aplikator dibuat sesuai jenis kode terminal, setiap kode terminal memilik aplikator sendiri dan jenis aplikatornya bergantung pada bentuk roll terminal nya, dan dinamakan sesuai rol tersebut masuk pada aplikator ada yang disebut end-to-end dimana terminal masuk dari belakang aplikator, dan ada side-by-side dimana terminal masuk dari samping aplikator. end-to-end gulungan terminalnya kebelakang sedangkan side-by-side gulungan terminalnya kesamping

Contoh Aplikator
Contoh gambar Aplikator

Rubber Seal

Terbuat dari karet dan berfungsi sebagai pelindung terhadap masuknya air kedalam terminal. Jika terminal terkena air akan mengakibatkan terjadinya korosi atau karat pada terminal menyebabkan terminal tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan sempurna. Biasanya terminal yang diberi rubber seal adalah terminal yang akan dimasukan pada connector waterproof yaitu connector anti air dimana connector tersebut biasanya disimpan pada area yang biasanya sering terkena air. Rubber seal dimasukan kedalam wire sebelum wire di crimping dengan terminal. Rubber seal sama dengan terminal mempunyai kode sendiri yang merupakan angka-angka. Contoh ada RS dengan kode 7165-0815 (gambar warna hitam).

Rubber Seal

Sleeve

Sleeve berfungsi sebagai pelindung terminal khusus yang menggunakan sleeve, yaitu terminal-terminal yang tidak dimasukan pada connector tapi harus anti air. Sleeve jenis tertentu hanya dapat dipasang pada terminal pasangannya dengan kode tertentu. Biasanya sleeve ada yang berwarna hitam dan berwarna bening atau clear.

SH-Tube

SH-Tube

Shrink Tube atau SH-Tube ini Berfungsi untuk melindungi terminal joint [Joint atau biasa {sehingga tidak terjadi hubungan singkat (konslet)}], karena terminal joint tidak masuk ke connector. SH-Tube untuk menggunakannya menggunakan media panas.

Contoh SH-Tube

Socket untuk Lampu (Lampu utama / Speedometer)

Untuk lampu speedometer dengan lampu LED kecil biasanya kita sebut “Rubber Socket” karena terbuat dari karet. Dipasang pada lampu indikator speedometer seperti lampu sein, lampu indikator lampu, lampu indikator gear, dan lain-lain.

Contoh Rubber Socket dan Pemasangannya pada speedometer motor Yamaha Vega-R
Contoh Rubber Socket dan Pemasangannya pada speedometer motor Yamaha Vega-R

Sedangkat socket biasa untuk lampu utama apalagi lampu yang masih pakai neon biasanya terbuat dari bahan alumunium dan terdiri dari beberapa material yaitu :

Bagian Socket Lampu
  1. Socket Body
  2. Seal Gasket
  3. Ring
  4. Coil Spring
  5. Insulator
Bagian Socket Lampu

Nah itu tadi material pada wiring harness untuk page pertama ini, tenang masih banyak loh material yang lain nya yang belum disebutkan pada artikel ini. Untuk kelanjutan dari artikel ini bisa di klik disini ya. Terima kasih warrior….

Artikel Terkait