3 Tools Membuat Aplikasi Android Tanpa Coding

Hallo Warrior !
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai 3 buah tools atau software yang berfungsi untuk membuat aplikasi android tanpa coding, tools yang dibahas disini adalah free software berbasis online yang bisa kalian coba tanpa harus menginstallkannya.

Tools yang akan kita bahas ini menggunakan code block programming, sehingga untuk memprogramnya kita hanya perlu menyusun beberapa block kode hingga membentuk sebuah logika yang dapat menjalankan suatu program tertentu.

Berikut akan kita bahas sekilas mengena 3 tools membuat aplikasi android tanpa coding terbaik yang sudah kami rangkum versi warriornux :

1. MIT App Inventor

Web MIT App Inventor
Web MIT App Inventor

Pertama adalah MIT App Inventor, tools online ini adalah tools yang dikembangkan oleh google dan sekarang dikelola oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT). Tools ini sangat mudah untuk digunakan, serta terdapat beberapa extension yang dapat kita tambahkan sebagai library dari yang tidak disediakan pada component bawaannya.

Tools ini berbasis opensource, tak heran ada beberapa platfrom selain MIT App Inventor yang mengadaptasi systemnya, sehingga kita bisa pamilar menggunakan tools lain tersebut. Meskipun terbilang classic dan tampilannya masih terlihat seperti android gingerbread, tapi banyak pengembang aplikasi pemula yang menggunakan platfrom ini, dan tutorialnya banyak sekali tersebar di internet.

Kalian dapat mencoba MIT App Inventor pada situs berikut http://appinventor.mit.edu/

2. Thunkable

Website Thunkable
Website Thunkable

Kedua adalah Thunkable, web ini menyajikan sistem yang lebih baik lagi dari MIT App Inventor. Disini kita bisa membuat aplikasi berbasis multiplatfrom, aplikasi yang kita buat bisa di build untuk android dan juga IOS. Dengan begini kita hanya perlu melakukan pembuatan aplikasi satu kali saja untuk dua platfrom.

Selain itu aplikasi ini memiliki desain yang simple dan juga clear, sehingga akan lebih terlihat cantik aplikasi yang kita buat nantinya. Banyak tutorial yang bertebaran di internet untuk penggunaan aplikasi ini, kita juga dapat menggunakan tutorial MIT App Inventor. Karena pada dasarnya kedua sistem ini memiliki konsep yang sama.

Aplikasi ini memiliki dua versi, diantaranya adalah :

  1. Cross X Platform, versi ini adalah versi yang dimana kita bisa build aplikasi untuk dua platfrom yaitu android dan IOS.
  2. Classic Editor, versi ini lebih simple dan terlihat seperti MIT App Invertor tetapi dengan desain yang lebih segar dan tidak monoton (penulis pun menggunakan ini).
Dua Mode Thunkable
Dua Mode Thunkable

Untuk mengakses web tersebut, kalian dapat mengunjungi link berikut https://thunkable.com

3. Kodular

Ketiga adalah Kodular, aplikasi ini masih memiliki konsep yang sama dengan pendahulunya yaitu MIT App Inventor. Akan tetapi platfrom ini memiliki library yang cukup lengap yang bisa kita jajal langsung disana. Tidak seperti platfrom pertama dan kedua yang memiliki library default saja, platfrom ini menyediakan componen library yang cukup lengkap milai dari admob, aws, notification, firebase, dll.

Tampilan WorkSpace Kodular
Tampilan WorkSpace Kodular

Dari segi tampilan, platfrom ini terlihat lebih cantik dan elegan lebih dari thunkable. Tapi sayangnya web platfrom ini belum melayani multi platfrom seperti thunkable, aplikasi ini masih mengandalkan single platfrom yaitu android.

Untuk mengakses web tersebut kita bisa mengunjungi link berikut https://www.kodular.io/

Kesimpulan

Setelah kita membahas mengenai ketiga Tool Software Web Platfrom pembuat aplikasi android, kita bisa mengamati beberapa kelebihan yang dimiliki oleh ketiga paltfrom tersebut. Mulai dari MIT App Inventor yang memiliki banyak resource tutorial dan pengguannanya sangat mudah, Thunkable yang bisa melakukan multiplatfrom Android dan IOS, juga Kodular yang memiliki banyak library defaults yang memanjakan kita sehingga mudah untuk membuat aplikasi.

Menurut kalian manakah dari ketiga tersebut yang paling terbaik ?

Kalian bisa ikut menambahkan aplikasi lain yang menurut kalian sangat bagus dan mudah digunakan 😀

Artikel Terkait

Tresna Widiyaman

Founder of Warriornux.
Sarjana Pendidikan Teknik Elektro (Telekomunikasi) from Universitas Pendidikan Indonesia. Mikrotik Certified Network Associate (MTCNA). Linux User, and IoT Activist.