Pengertian Resistor dan Cara Menghitungnya

Pengertian resistor dan perhitungannya
Komponen Resistor
Komponen Resistor

Kamu pernah menemui komponen elektronika seperti gambar diatas? Coba deh kamu perhatiin, hampir di setiap alat elektronika pasti ada resistornya, benerkan? Nah, sekarang kita akan membahas komponen elektronika tersebut.

1. Pengenalan Resistor

Kalo kamu ingin melihat secara fisiknya, kamu dapat membuka tabung televisi atau CPU komputer dirumah kamu. Komponen ini terbilang tidak terlalu sensitif ketika kita sentuh, berbeda dengan beberapa komponen elektronika lainnya, yang apabila kita sentuh, maka akan ada efek terhadap si komponen tersebut.

Resistor atau juga disebut sebagai tahanan memiliki satuan Ohm dan dilambangkan dengan simbol omega ( Ω ) juga disingkat dengan huruf “R” (huruf r besar). Komponen yang termasuk ke golongan pasif ini berfungsi membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian elektronika.

Resistor ditemukan oleh seorang ahli fisika dan matematika di Erlangen, Jerman. Beliau bernama Georg Simon Ohm kelahiran tanggal 16 Maret 1789.

Resistor adalah komponen elektronik yang memiliki dua pin dan didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik. Resistor mempunyai nilai resistansi (tahanan) tertentu yang dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua pin dimana nilai tegangan terhadap resistansi tersebut berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan persamaan hukum Ohm.

Sederhananya, resistor ini tidak memiliki positif-negatif jadi jika kamu memasang resistor dan arah resistornya berbeda dari sebelumnya, tidak apa-apa. Contoh komponen yang ada positif-negatifnya itu adalah dioda. Berikut adalah simbol resistor dalam bentuk gambar.

Simbol resistor dalam bentuk gambar
Simbol resistor dalam bentuk gambar

2. Rumus dan Kode Warna

Kita sudah tahu kalau nilai resistor yang dijual dipasaran tidak komplit, yang artinya jika kita ingin mencari nilai yang kita inginkan tetapi tidak akan mendapatkannya di pasaran. Maka dari itu, kita dapat menggunakan cara pemasangan seri ataupun paralel agar kita mendapatkan nilai resistor yang kita inginkan. Lalu bagaimana rumusnya?

a. Seri

Rangkaian seri, yaitu dimana komponen disusun secara sejajar. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut.

Rangkaians eri
idschool.net

Berikut adalah rumus perhitungan dari rangkaian seri tersebut.

 

B. Paralel

Rangkaian paralel disusun secara deret, untuk pengaplikasiannya itu biasanya digunakan untuk instalasi listrik rumah.

Rangkaian Pararel
idschool.net

Berikut adalah rumus perhitungan dari rangkaian pararel tersebut.

 

c. Kode Warna

Kode warna resistor
Kode warna resistor

Dengan kode warna tersebut kamu dapat menentukan nilai dari sebuah resistor. Dapat kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan, jika dipasaran tidak ada kamu dapat mengkombinasikan berbagai resistor yang ada lalu hitung dengan menggunakan rumus, kamu dapat menggunakan rangkaian seri, paralel ataupun campuran.

Untuk belajar merangkai resistor, kamu dapat menggunakan project board. Cobalah untuk menyusun berbagai rangkaian, hingga kamu dapat menentukan nilai resistormu sendiri.